Sabtu, 24 Oktober 2020

Kecanduan Gawai Pada Anak

 Kecanduan Gawai Pada Anak


Kecanduan Narkoba adalah kasus remaja yang pernah menjadi momok pada masanya. Kali ini muncul kecanduan baru bagi anak yakni kecanduan gawai. Bermain ponsel, smartphone, dan perangkat elektronik lainnya yang mendukung akses pada internet saat ini telah menjadi kasus tersendiri bagi anak-anak yang menjadi perhatian orang tua.

Kecancuan gawai dapat mengakibatkan gangguan jiwa. Kasus ini sering terjadi dengan tingkat pelaporan yang selalu ada pada setiap bulan pada salah satu Rumah Sakit Jiwa di Indonesia salah satunya RS. Grhasia.  Selalu ada rehabilitasi dan pengananganan bagi anak yang terlanjur kecanduan gawai. Anak-anak dengan gangguan jiwa ini merasa tertantang dan akan selalu dalam dunia fantasinya untuk terus bermain dalam bayangan. Hal ini tentunya tidak baik bagi kesehatan. Selain akan merusak jiwa, kecanduan gawai dapat membuat pelakuknya menghindar dari kegiatan sosial, merasa terasingkan, dan tertutup. Pelaku akan menjadi pribadi yang cenderung hidup dalam dunianya sendiri.

Kecanduan gawai pun dapat terjadi akibat beberapa faktor dintaranya hilangnya perhatian dari orang terdekat seperti orang tua atau keterasingan dari lingkungan sekitar. Hal ini juga dapat dilatarbelakangi akibat kasus pembulian yang nampaknya tidak mudah untuk diakhiri di kalangan anak. Apalagi jika ditambah dengan pengaruh tidak baik dari lingkungan atau anak terlanjur mendapat pengaruh buruk lingkungan. Hal ini tentunya sulit untuk dihindari jika hanya diantisipasi dengan menjauhkan anak dari lingkungan sosialnya.

Perlu ada pendampingan khusus dari ahli jiwa atau psikolog bagi orang tua dan anak dengan kecanduan gawai. Apalagi di era digitalisasi saat ini dimana manusia dituntut untuk bisa berkembang bersama terknologi bukan diperbudak teknologi. Seluruh elemen, baik pemerintah, keluarga, masyarakat diharapkan dapat bekerja sama mengurangi angka kecanduan gawai pada anak agar kelak generasi muda dapat menjadi pioner penegak dan pembaharuan bangsa.

Sumber :

Anonim. 2020. Diakses dari https://kominfo.go.id/content/detail/13547/kecanduan-gawai-ancam-anak-anak/0/sorotan_media pada 24 Oktober 2020 pukul 23.50 WIB

Ririn, Radian. 2020. "Gangguan Jiwa Akibat Kecanduan Game Pada Gawai". Hasil Wawancara Pribadi : 22 Oktober 2020 : Rumah Sakit Grhasia.

Peradaban Revolusi 4.0 Untuk Guru Masa Kini

 Peradaban Revolusi 4.0 Untuk Guru Masa Kini

Guru merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan. Seorang yang mempu mengelola kata dan menata hati untuk memberikan ilmu untuk olang lain atau sekedar menyampaikan pengalaman kehidupan. Meskipun kadang dianggap remeh, peran guru dalam kelas mewakili proses pencerdasan suatu bangsa. Murid adalah cerminan pendidikan dari guru. Guru yang bekualitas akan menhasilkan masyarakat yang terdidikan dan generasi yang mumpuni untuk meneruskan estafet pembangunan bangsa.

sumber :gambarzamannow.blogspot.com

Globalisasi sendiri merupakan perubahan tatanan kebiasaan masyarakat yang menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru. Dimana saat ini guru diharapkan lebih kreatif dan inovatif dalam menyampaikan materi kepada muridnya. Dengan adanya kemajuan IPTEK. Guru dituntuk untuk mempelajari dan menguasi IPTEK untuk memberikan pengalaman belajar terbaik untuk muridnya.

                Saya sebagai calon guru biologi sangat tertantang untuk mempelajari proses terbaik dalam rangka mentransfer ilmu pada murid dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang dapat diimplementasikan pada kelas saya nanti. Kesulitan dalam melihat lingkungan maupun objek hidup atau survey lapangan dapat digantikan dengan teknologi AR. Ya, augmented reality dimana teknologi ini akan menampilkan reliata nyata dalam bentuk virtual. Sangat menarik apabila kita dapat menyelam ke Palung Mariana tanpa menggunakan kapal selam atau melihat ular Sungai Amazon tanpa harus takut dimakan. Lalu ujian yang menegangkan dapat digantikan dengan permainan yang menyenangkan dengan bebagai aplikasi belajar saat ini. Pertemuan yang dilakukan secara offline dapat dilakukan secara online dengan teknologi virtual meeting. Menurut saya ini sangat menyenangkan, mudah, dan praktis. Saat ini  kendala terbesar adalah bagaimana mensosialisasikan teknologi ini kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia agar semua anak di Indonesia dapat menikmati kemudahan ini. Pemerataan pendidikan di Indonesia harus terjadi, tanpa mengekang murid yang lebih pandai ataupun mendorong murid yang sulit belajar. Keadaan dimana anak sadar bahwa mereka membutuhkan ilmu harus ditanamkan sedini mungkin sehingga kelak proses belajar akan menjadi proses yang menyenangkan.


Sumber :

Anonim. 2020. Diakses dari https://www.smarteye.id/blog/kegunaan-augmented-reality/ Pada 24 Oktober 2020 pukul 11. 23 WIB 

Ayunda Pinata Kasih. 2020. Diakses dari https://edukasi.kompas.com/read/2020/05/04/140605771/belajar-dari-covid-19-pakar-ub-peran-guru-tidak-terganti-teknologi?page=all pada @4 Oktober 2020 pukul 23.41 WIB


Korelasi Kebudayaan dan Kesejahteraan Masyarakat

 

Korelasi Kebudayaan dan Kesejahteraan Masyarakat

Budaya adalah kebiasaan masyarakat yang tumbuh dan berkembang serta terjaga secara turun-temurun. Budaya ini merupakan norma yang lahir atas kehendak suatu kelompok masyarakat dengan mempertimbangkan adat dan kebiasaan kelompok tersebut. Adanya budaya dapat mengeratkan jalinan kekeluargaan dan persahabatan. Budaya juga menjadi salah satu faktor untuk suatu masyarakat agar dapat berkembang. Kemampuan untuk mengolah budaya dapat menjadi kunci utama dalam memajukan kesejahteraan masyarakat.

sumber : biem.co

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan beragam suku bangsa. Dari banyak suku vangsa ini, dapat dilihat bahwa masih diantaranya yang memegang teguh budaya dan adat kebiasaan leluhur. Beberapa bersifat fleksibel dan beberapa diantaranya menolak dengan adanya suatu pembaharuan. Padahal dapat diketahui bahwa pengelolaan budaya yang baik serta terbuka dengan perkembangan zaman dapat menjadi kualitas hidup masyarakat.

Perkembangan globalisasi dan revolusi Industri membawa seluruh masyarakat dunia pada era pembaharuan adalah perlunya perspektif yang lebih luas untuk menyikapi perkembangan dunia yang semakin cepat dan penuh ketidakpastian, yaitu meliputi dimensi sosial, ekonomi, politik, budaya, lingkungan, spiritual dan berbagai penerapannya dalam aspek yang lebih rinci lagi

Hal ini pula yang telah dinyatakan oleh Koentjaraningrat (1990) puluhan tahun lalu yang menjelaskan bahwa laju modernisasi dan pembangunan di segala bidang, menyebabkan terjadinya pertumbuhan yang pesat di berbagai sektor kehidupan masyarakat. Pergeseran nilai sosial budaya, ekonomi dan politik, telah memporak-porandakan sejumlah besar nilai tradisional yang dahulu merupakan simpul kekuatan yang mengantarkan masyarakat mencapai survive dari waktu ke waktu.

    Dengan toleransi dan pengelolaan yang optimal dari sebuah kebudayaan akan membawa suatu masyarakat dalam suatu kemajuan yang berarti. Hal ini menunjukan bahwa budaya dan tradisi merupakan unsur yang menjadi bagian penting dalam kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Budaya dan tradisi sangat penting untuk dilestarikan dan dikembangkan di era globalisasi budaya saat ini yang faktanya banyak memberikan dampak besar dalam pergeseran budaya dan krisis identitas. Pada sisi lain, budaya dan tradisi merupakan asset yang berpotensi dalam mewujudkan kesejahteraan.


Sumber :

Koentjaraningrat. (1990). Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. PT Gramedia Pustaka Utama

Mahmud, Budiman M. 2018. PENGEMBANGAN BUDAYA MENUJU KESEJAHTERAAN BUDAYA : Pelajaran dari Pengembangan Masyarakat di Saung Angklung Udjo, Bandung, Jawa Barat. Sosio Informa : 4(3), 553-566.

Konsep Nasional Pendidikan Tempo Dulu dan Korelasinya dengan Saat Ini

   

sumber :edukasi.kompas.com

Ki Hajar Dewantara
Konsep Nasional Pendidikan Tempo Dulu dan Korelasinya dengan Saat Ini 

 Pendidikan merupakan kebutuhan dasar manusia yang universal dan tak terputus dari generasi ke generasi. Upaya memanusiakan manusia melalui pendidikan itu diselenggarakan sesuai dengan pandangan hidup dan dalam latar sosial-kebudayaan setiap masyarakat tertentu.

    Seiring dengan perkembangan zaman, pendidikan muncul dalam berbagai bentuk dan paham. Dilihat dari sejarahnya, Pendidikan Indonesia dapat dibagi secara urutan waktu yakni jaman pra-kolonial, masa prasejarah dan, masa sejarah, jaman kolonial ketika sistem pendidikan “modern” dari Eropa diperkenalkan, dan jaman kemerdekaan RI yang berlangsung hingga sekarang. Masing-masing jaman memiliki corak dan bentuk tersendiri (Rohman & Wibowo: 2016). Perkembangan zaman dan globalisasi turut mengubah pandangan hidup terkait pendidikan. Perkembangan industry 4.0 turut memberikan peluang dan tantangan bagi pendidikan saat ini. Untuk itu diperlukan antisipasi dan penyesuaian diri dengan berbagai tuntutan dan dinamika perubahan untuk mewujudkan Pendidikan yang lebih baik dan sesuai dengan zamannya.

    Jika kita melihat pada perkembangan konsep Pendidikan, menurut Nanang Bagus Subekti dalam Harian SindoNews.com tanggal 23 Maret 2015, pemikiran pendidikan Ki Hadjar Dewantara juga tidak kalah dengan pemikiran dan teori Pendidikan modern. Misalnya, Ki Hadjar Dewantara jauh lebih dulu mengenalkan konsep TriNga yang terdiri dari Ngerti (kognitif), Ngrasa (afektif) dan Nglakoni (psikomotorik) dari Taxonomy Bloom (cognitive, affective, psychomotor) yang terkenal. Konsep-konsep Ki Hadjar Dewantara tersebut diimplementasikan di Tamansiswa yang berdiri 3 Juli 1922, sedangkan Taxonomy Bloom dikenalkan pada tahun 1956 oleh Dr Benjamin Bloom. Ini salah satu bukti jika pemikiran Ki Hadjar Dewantara tidak kalah dengan ilmuwan barat.

    Pemikiran Ki Hadjar Dewantara mengenai Pendidikan telah menjadi citra tersendiri bagi sejarah Pendidikan di Indonesia. Konsep pendidikannya menampilkan kekhasan kultural Indonesia dan menekankan pentingnya pengolahan potensi-potensi peserta didik secara terintegratif. Pada titik itu pula, konsep pendidikannya sungguh kontekstual untuk kebutuhan generasi Indonesia pada masa itu. Dengan perkembangan zaman dan didukung dengan perkembangan revolusi industry 4.0, perubahan kebiasaan masyarakat dan pola hidup akan menyebabkan pergeseran kebudaaan masyarakat. Untuk saat ini, konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara masih dapat terus diterapkan, namun diperlukan penyesuaian terhadap perkembangan saat ini. Pendidikan yang bersifat kebangsaan dan nasionalisme selalu dibutuhkan untuk mendidik jiwa merdeka para anak bangsa agar mampu mempertahankan persatuan dan kesatuan serta selalu mencintai tanah airnya sehingga mampu berpikir dan bersikap mandiri demi kemajuan bangsa


Sumber :

Rohmad, Saifur, & Wibowo, Agus. 2016. Filsafat Pendidikan Masa Depan : Kajian Filsafat Pendidikan Masa Depan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Vebrianto S, Sigit. 2018. Refleksi Nilai- Nilai Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Dalam Upaya Upaya Mengembalikan Jati Diri Pendidikan Indonesia. Jurnal Cakrawala Pendas. 4(1), 33-41.

Senin, 02 September 2019

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
kawan-kawan hari ini aku akan memposting resensi buku yang sebenarnya adalah tugas dari pelatihan TIK UNY..
Penasaran? baca sampai akhir ya😁



Judul Buku = Morfologi Tumbuhan
Pengarang = Gembong Tjitrosoepomo
Penerbit = Gajah Mada Univercity Press
Tahun Terbit = 1985
Cetakan = 21
Tebal Buku = 270 halaman
Harga Buku = -

Buku berjudul Morfologi Tumbuhan merupakan buku karya Guru Besar dalam Taksonomi Tumbuhan pada Fakutas Biologi, Universitas Gajah Mada. Menjadi salah satu karya dari Prof. Ir. Gembong Tjitrosoeomo, buku ini dibuat guna menjadi bahan ajar serta pedoman dalam mencandra ( mendeskripsi ) tumbuh-tumbuhan.
Buku ini menghadirkan pengetahuan dasar mengenai morfologi tumbuhan atau ciri luar yang ditampilkan oleh tumbuhan dari mulai akar hingga biji.
Menampilkan gambar dan penjelasan yang terperinci menjadi salah satu kelebihan dari buku ini. Selain itu, buku ini juga disusun secara lengkap, praktis, dan efisien.
Namun, karena pembuatan buku ini ditujukan oleh civitas akademika, penggunaan bahasa yang digunakan cukup rumit sehingga menyulitkan kalangan umum untuk mempelajarinya.
Buku ini adalah buku yang dirancang secara khusus untuk membantu mahasiswa maupun pengajar untuk mempelajari seluk-beluk morfologi tumbuhan sehingga sangat cocok dijadikan pedoman dalam pembuatan laporan praktikum mahasiswa.


Okay gaes.. itu resensi 5 menit karya saya.. bagi yang berminat atau keo bisa kunjungi link di bawah... Terimakasih❤❤

buku bisa dilihat di
https://uny.ac.id
https://library.uny.ac.id
https://jurnal.uny.ac.id


Senin, 13 November 2017

Assalamualaikum Wr. Wb

Tubuh kita merupakan apartemen mewah yang membutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Nutrisi tersebut dapat berupa karbohidrat,lemak, protein, vitamin, dan mineral. Kali ini aku akan membahas mengenai Vitamin Dan Mineral… so tunggu apa lagi.. Let’s check this out.. 

A. Vitamin.
Vitamin maksudnya bahan organik yang sangat diperlukan oleh badan dengan jumlah kecil. Ia berperanan dalam pertumbuhan normal, pengawalan kesihatan, dan pencegahan penyakit. Vitamin biasanya disebut sebagai mikronutrien. Ia membantu pertumbuhan proses protein, karbohidrat, dan lemak dalam badan anda.
Sesetengah vitamin pula membantu tubuh menghasilkan sel-sel darah dan hormon. Biasanya, tubuh kita tidak dapat menghasilkan banyak mikronutrien.
Oleh sebab itu, anda perlu mendapatkannya, sama ada daripada makanan atau suplemen(makanan tambahan seperti vitamin) yang lain.
Vitamin merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh dan   menjalankan fungsinya dengan baik. Berbeda dengan mineral yang tidak mudah rusak, vitamin mudah rusak dan berubah bentuk jika terkena panas atau asam. 

          Struktur vitamin akan berubah ketika masuk ke dalam tubuh. Tubuh tidak menyerap vitamin dalam bentuk awal, melainkan diserap dalam bentuk provitamin (vitamin yang belum aktif). Vitamin memiliki sifat mudah larut dalam air dan lemak, namun tidak dengan mineral.

          Fungsi vitamin dalam tubuh berbeda-beda tergantung jenisnya. Dan berikut ini jenis-jenis vitamin beserta sumber, fungsi serta akibat dari kekurangan vitamin tersebut (defisiensi).


 Vitamin A (Retinol)
Fungsi: mengoptimalkan perkembangan janin, meningkatkan daya tahan tubuh, anti aging, anti oksidan dan memerangi penyakit malaria.
Sumber: hati, minyak ikan, daging, susu, wortel, serta sayuran dan buah berwarna orange.
Kekurangan vitamin A dapat mengkaibatkan rabun senja, katarak, infeksi saluran pernapasan, menurunnya daya tahan tubuh dan kulit yang tidak sehat


Vitamin B1 (Thiamin)
Fungsi: membantu proses oksidasi tubuh untuk memperoleh energi dan mencegah penyakit beri-beri
Sumber: kacang hijau, daging, kulit beras, sayuran dan roti
Kekurangan vitamin B1 menyebabkan kulit kering dan bersisik serta daya tahan tubuh berkurang

Vitamin B2 (Riboflavin)
Fungsi: pernapasan dalam sel (respirasi selular), menjaga keutuhan jaringan saraf, dan mempercepat pemindahan rangsang sinar ke saraf mata.
Sumber: hati, telur, susu dan ragi
Kekurangan vitamin B2 dapat mengakibatkan turunnya daya tahan tubuh, kulit kerng bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, sariawan.


Vitamin B3 (Niasin)
Fungsi: membantu pembebasan energi dari makanan dan sintesis asam lemak.
Sumber: hati, telur, jamur dan kacang tanah.
Kekurangan vitamin B3 mengakibatkan terganggunya sistem pencernaan, otot mudah keram dan kejang, insomnia, badan lemas, mudah muntah dan mual-mual.


Vitamin B5 (asam pantotenat)
Fungsi: membantu metabolsime karbohidrat, protein dan lemak dalam tubuh
Sumber: daging, susu, sayur hijau, ginjal, hati dan kacang hijau
Kekurangan vitamin B5 mengakibatkan otot mudah menjadi kram, sulit tidur, gangguan emosi


Vitamin B6 (pridoksin)
Fungsi: membantu mencerna protein dan respirasi selular
Sumber: telur, daging, kentang dan kubis
Kekurangan vitamin B6 menyebabkan pelagra (kulit pecah-pecah), keram pada otot dan insomnia (sulit tidur)


Vitamin B7 (Biotin)
Fungsi: Metabolisme Energi, pertumbuhan rambut dan kuku, menurunkan berat badan dan menjaga kadar gula dalam darah.
Sumber: Swiss chard, roti gandum, telur ayam, wortel, susu, keju, ikan salmon dan kacang-kacangan
Kekurangan vitamin B7 dapat menimbulkan penyakit Dermatitis, Hyperesthesia dan Paresthesia, Keratokonjungtivitis, Anorexia, Anemia dan terganggunya fungsi jantung.


Vitamin B9 (Asam Folat) 
Fungsi: pembentukan sel darah merah, perbaikan DNA, Perkembangan bayi, pembentukan jaringan tubuh, mengoptimalkan fungsi otak, pertumbuhan rambut.
Sumber: selada, bayam, asparagus, semangka, belewah, biji bunga matahari, kacang-kacangan, hati dan kuning telur.
Kekurangan vitamin B9 dapat menyebabkan terganggunya fungsi otak, pertumbuhan tulang belakang, sariawan, diare, dll.


Vitamin B12 (kobalamin)
Fungsi: pembentukan sel darah merah, sintesis asam nukleat dan pembelahan sel.
Sumber: daging, telur, susu, hati dan ragi (makanan hasil fermentasi)
Kekurangan vitamin B12 menyebabkan anemia (kurang darah) dan mudah lelah


Vitamin C (asam askorbat)
Fungsi: menjaga ketahanan tubuh terhadap penyakit infeksi dan racun, menurunkan kolesterol, serta mencegah penyakit jantung (dalam dosis tinggi), hipertensi, diabetes melitus dan kanker
Sumber: buah-buahan misalnya jeruk, tomat, pepaya dan sayuran hijau lainnya
Kekurangan vitamin C dapat mengakibatkan mudah infeksi pada luka, gusi berdarah dan rasa nyeri pada persendian.


Vitamin D (Kalsiferol)
Fungsi: meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor untuk kesehatan tulang dan gigi.
Sumber: susu, minyak ikan, dam kuning telur
Kekurangan vitamin D menyebabkan gigi rusak, kejang-kejang otot, rakitis (kaki berbentuk O)





Vitamin E (Tokoferol)
Fungsi: berberan penting dalam sistem reproduksi dan mencegah penyakit kanker paru-paru.
Sumber: biji-bijian, sayuran, telur, mentega dan susu
Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan kemandulan


Vitamin K (Koagulasi)
Fungsi: berperan dalam pembekuan darah dan dapat mencegah keguguran
Sumber: bayam, tomat, wortel
Kekurangan vitamin K mengakibatkan darah sulit membeku jika terluka dan pendarahan di dalam tubuh.


            B. Mineral
       Banyak yang menganggap bahwa vitamin sama dengan mineral. Padahal dalam struktur kimia kedua nutrisi ini memiliki bentuk yang berbeda sekali pun memiliki beberapa fungsi yang hampir sama.
        

  Secara umum, mineral terbagi menjadi 2 macam, yaitu makro mineral dan mikro mineral. Makro mineral adalah mineral yang ada di dalam tubuh lebih dari 0.01% dari berat badan dan dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah lebih dari 100 mg/hari seperti Ca (kalsium), P (fosfor), Na (natrium), K (kalium), Cl (klorida), dan S (sulfur).
          Mineral mikro terdapat dalam tubuh kurang dari 0.01% berat tubuh dan hanya dibutuhkan dalam jumlah kurang dari 100 mg/hari seperti besi (Fe), tembaga (Cu), iodine (I2), zinc (Zn), kobalt (Co), dan Se (selenium).
          Masing-masing mineral memiliki fungsi yang penting untuk tubuh. Berikut ini macam-macam mineral yang penting dan fungsinya di dalam tubuh Anda.


           Kalsium adalah salah satu mineral penting untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi Anda. Kalsium juga berperan penting untuk proses kontraksi dan relaksasi otot, pembekuan darah, dan sistem imunitas. Konsumsi 2 gelas susu perhari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium Anda.
Buah dan sayuran yang mengandung Kalsium : sayuran berdaun hijau, seperti kangung, daun singkong, bayam, daun pepaya, daun kacang panjang, brokoli.


2. Fosfor (P) 
           Fosforus juga bertanggung jawab terhadap proses mineralisasi tulang dan gigi. Selain itu, fosforus juga mengatur keseimbangan pH darah Anda. Kekurangan mineral ini menyebabkan otot Anda terasa lebih lemah sedangkan jika terlalu berlebih, menyebabkan terjadi nya proses kalsifikasi (pengerasan) pada organ-organ tubuh yang tidak seharusnya seperti ginjal. Daging, ikan, unggas, telur dan susu merupakan sumber fosforus yang utama.


3. Natrium atau sodium (Na)
          Fungsi utama natrium yaitu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, serta menjaga dan mengatur tekanan osmotik agar cairan tidak keluar dari darah dan masuk ke dalam sel. Dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, natrium bekerja sama dengan kalium. Natrium juga berperan dalam transmisi sara, kontraksi otot, absorpsi glukosa, dan sebagai alat angkut zat-zat gizi melalui membran sel.


4. Kalium atau Potasium (K)
          Bersama-sama dengan natrium, kalium memegang peranan penting dalam pemeliharaan keseimbangan cairan dan eletrolit serta keseimbangan asam-basa di dalam tubuh. Kalium juga berperan dalam transmisi saraf dan rekasasi otot serta sebagai katalisator dalam banyak reaksi biologik, terutama dalam metabolisme energi, sintesis glikogen, dan protein.
Buah dan sayuran yang mengandung Kalium : jeruk, semangka, pisang, sayuran hijau, tomat, kentang, kacang polong, dan wortel.


5. Sulfur (S)
          Fungsi sulfur antara lain membantu menjaga keseimbangan oksigen untuk fungsi otak. Selain itu sulfur bersama-sama dengan vitamin B kompleks membantu memperlancar metabolisme dalam tubuh dan membantu melawan infeksi akibat bakteri.
Buah dan sayuran yang mengandung Sulfur : kacang-kacangan, bawang putih, bawang bombay, dan kubis-kubisan.


6. Kromium (Cr)
          Kromium dibutuhkan dalam metabolisme karbohidrat dan lemak. Bersama-sama dengan insulin, kromium berfungsi untuk memudahkan masuknya glukosa ke dalam sel.
Buah dan sayuran yang mengandung Kromium : kentang, cabai hijau, apel, pisang, bayam, wortel, dan jeruk.


          Zat besi berperan dalam pusat pengaturan molekul hemoglobin sel-sel darah merah. Hemaglobin bertanggung jawab dalam pendistribusian oksigen dari paru-paru ke keseluruh jaringan tubuh. Zat besi juga berperan dalam metabolisme energi, termasuk sintesis DNA oleh beberapa enzim, serta dalam sistem kekebalan tubuh.
Buah dan sayuran yang mengandung Zat besi : sayuran hijai seperti bayam, kangkung, daun singkong, dan daun pepaya.


8. Yodium (I)
          Fungsi yodium adalah untuk pertumbuhan normal; membakar kelebihan lemak tubuh; serta menjaga kesehatan rambut, kuku, kulit, dan gigi.
Buah dan sayuran yang mengandung Yodium : bawang merah atau tanaman lain yang ditanam di daerah dekat pantai.


9. Magnesium (Mg)
          Magnesium memegang peranan penting sebagai kofaktor berbagai enzim dalam tubuh. Magensium bertindak sebagai katalisator dalam reaksi-reaksi biologi di dalam tubuh, termasuk reaksi yang berkaitan dengan metabolisme energi, karbohodrat, lemak, protein, dan asam nukleat. Selait itu, magnesium juga berperan dalam sintesis degradasi, dan stabilitas banan gen DNA
Buah dan sayuran yang mengandung Magnesium : sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian.




10. Mangan (Mn) 

 Mangan berperan sebagai kofaktur berbagai enzim yang membantu bermacam proses metabolisme. Enzim yang berkaitan dengan mangan berperan dalam sintesis ureum, pembentukan jaringan ikat dan tulang, serta mencegah peroksidasi lemak oleh radikal bebas. Mangan juga berperan dalam pengontrolan gula darah, metabolisme energi, fungsi hormon tiroid, fungsi otak, dan untuk pengontrolan neurotransmiter.
Buah dan sayuran yang mengandung Mangan : kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, bit, dan gandum.


11. Molibdenum (Mo)
 Molibdenum bekerja sebagai kofaktor berbagai enzim, mengkatalis reaksi oksidasi-reduksi, penawar racun alkholm metabolisme sulfur, dan mencegah anemia.
Buah dan sayuran yang mengandung Molibdenum : kembang kol, kacang polong, bayam, bawang putih, jagung, kentang, bawang bombay, kacang tanah, semangka, wortel, dan kubis.


12. Selenium (Se)
 Selenium bekerja sama denga vitamin E berberan sebagai antioksidan dalam sistem enzim. Di samping, selenium juga berperan mencegah terjadinya serangan radikal bebas, melindungi membran dari kerusakan oksidatif, membantu reaksi oksigen dan hodrogen pada tahap akhir rantai metabolisme, serta membantu sintesi immunoglobulin sebagai kekebalan tubuh.
Buah dan sayuran yang mengandung Selenium : bawang, tomat, brokoli, kubis dan gandum.


13. Seng (Zn)
     Seng berperan dalam proses kekebalan tubuh, memelihara kesehatan mata, menghambat virus, mengurangi risiko kanker, menjaga kesehatan organ vital laki-laki, dan mempercepat proses penyembuhan luka.
Buah dan sayuran yang mengandung Seng : kacang-kacangan, biji-bijian, legum, dan gangum. 



14. Boron (Bo)
     Boron mempunyai efek positif terhadap pencegahan osteoprosis dan osteoartritis dengan cara meningkatkan penggunaan kalsium dan magnesium. Fungsi boron tersebut bersifat sinergis dengan vitamin D dalam memperkuat tulang. Boron juga diduga dapat membantu memelihara fungsi sarat. Selain itu, boron juga mempunyai mekanisme kerja yang berhubungan dengan fungsi membran sel sarat serta terbukti memiliki aktivitas anti-inflamasi (antiperadangan). Aktivitasnya sangat signitifkan, terutama untuk pencegahan penyakit pradangan, seperti rematoid, artritis, dan asama.
Buah dan sayuran yang mengandung Boron : jamur, kacang-kacangan dan asparagus.




Semoga Membantu...